Tips Storytelling untuk Marketing: Membuat Konsumen Bernapas Terharu
Dalam era digital yang saat ini sedang hangat, orang-orang mulai merasa bosan dengan iklan yang datang satu saja dan tidak menarik. Mereka inginasan cerita yang menyentuh hati, tidak hanya sekedar kata-kata kosong yang seringkali mengambang di udara. Inilah pentingnya tips storytelling untuk marketing yang benar, karena dengan menggunakan strategi ini, bisnis Anda dapat meningkatkan brand awareness dan mencoba menggapai hati konsumen.
Apa itu Storytelling dalam Marketing?
Storytelling adalah seni menginisiasi narasi yang dirancang untuk menyebarluaskan pesan, merepresentasikan ide, dan terkadang mengawal strategi pemasaran suatu produk atau brand. Cerita ini harus diingatkan karena berbeda dari kata-kata orang biasa, dan menyediakan keterjalinan emosi dengan orang lain. Anda tidak perlu terus-menerus mengumumkan pasar secara langsung, tetapi ceritakan tentang perjumpaan para karakter yang mengartikan apa yang paling signifikan bagi kehidupan mereka.
Tips Storytelling untuk Marketing yang Paling Efektif
Sebelum kamu mulai inginasan teknik storytelling, ini ada beberapa tips storytelling untuk marketing yang harus diketahui:
1. Membangun Cerita yang Konsisten
Hal pertama yang memungkinkan cerita sukses adalah menegaskan apa saja tujuan yang ingin dicapai. Apakah itu bisa merupakan gambaran halaman baru dalam jalan hidup yang belum pernah dicapai? Ataukah merupakan inspirasi awal berapa bermasalahnya suatu pengalaman perjalanan? Langkah pertama untuk membangun cerita kabinet adalah dengan membuat pemahaman apa yang ingin kamu bisa.
2. Melibatkan Emosi Konsumen
Konsumen bukannya menggunakan otak, melainkan mental mereka untuk memutuskan apa yang terjadi seterusnya dengan hidup mereka.Ketika sebuah kejadian, penuh dengan emosi bermuara dalam cerita, secara garis besar bisa membangkitkan hal yang tragis, baiklah bagus maupun curam. Alih-alih menghabiskan pengalaman terakhirlah dengan media digital, Anda harus mereproduksi penjerumus Anda yang hidup pada media agar saling bersatu.Kemudian Anda dapat mencontoh skenario yang kontemporer, mulai dari mendengarkan sesuatu tentang masa depan yang tumbuh maju, tentang menuju keseimbangan komplis untuk menyusup ke lembaga nasional.
3. Buatlah Cerita yang Sederhana
Ketika kamu merancang sebuah cerita, pastikan untuk menjauhkan kejanggalan yang terlalu sulit, seperti itu mengatakan situasi tidak normal.
4. Buatlah Karakter yang Menarik
Karakter yang menarik bisa menjadi sumber cerita yang efektif. Saat mengembangkan karakter, Anda harus memahami perilaku dan kebiasaannya, seperti apa saja hal yang biasa dilakukannya, dan apa saja hal yang membuatnya marah.
5. Buatlah Cerita yang Berkesan
Banyak orang pernah mendengar kisah-kisah inspiratif yang membuat mereka memakan makanan yang lebih kuat, membuat mereka senang atau bisa bahkan mengalami makan yang mengandung wawasan yang tersisa terbengkalai.
6. Buatlah Cerita yang Benar
Pastikan untuk tidak mengomentari atau menambahkan hal-hal yang tidak ada dalam cerita aslinya. Ini bisa membuat konsumen kehilangan kepercayaan dengan bisnis Anda.
7. Gunakan Rasa
Kamu bisa menggunakkan penata rasa untuk memberikan kesan pribadi dalam cerita Anda. Dengan demikian, Anda bisa menunjukkan kepada konsumen bahwa bisnis Anda memiliki kepribadian.
8. Pastikan Cerita Anda Menyatu dengan Brand Anda
Gunakan cerita Anda untuk menunjukkan kepribadian dan produk / jasa Anda. Ini bisa membantu meningkatkan kesadaran merek Anda dan membuat konsumen lebih berutang perasaan dengan bisnis Anda.
9. Gunakan Media yang Tepat
Media sekarang pasti mengumpulkan segala kepentingan media sepanjang sekolah, selama Anda masih menggunakan perantara media untuk penyebaran cerita, memastikan bahwa salah satu media itu mengikuti media internasional yang lalu-lalang serasa menghirup tubuhmu sebagai kepanjangan dari kebaktian jaman sebelum jaman ini tercatat dikerucut keatas.
10. Pasang Kapan Punya Kesempatan
Setiap kesempatan untuk berinteraksi dengan konsumen bisa menjadi kesempatan untuk menggunakan cerita Anda.
Media untuk Membuat Ketertarikan dengan Storytelling dalam Marketing
Selain langkah di atas, kamu juga perlu mengetahui media apa yang paling efektif untuk membuat cerita Anda terdengar lebih ikonik dan ringan didengar oleh orang lain. Berikut ini adalah beberapa media yang bisa kamu gunakan untuk cerita Anda:
1. Audiobook
Karena ini bisa dirasakan, audiobook bisa lebih efektif dibanding video. Ini bisa terdiri dari komposisi drama serta saran dari para remaja sampai yang dewasa mau masih. Wadah yang unik juga akan menyuarakan di kenjara kejadian sampai ke hidup baru menyenangkan, disini!
2. Video
Menggunakan video bisa membantu cerita Anda menjadi lebih ikonik. Content video ini bisa digunakan di berbagai media, mulai dari YouTube sederhana, Instagram Stories, hingga TV.
3. Buku
Menggunakan buku bisa membantu membuat cerita Anda menjadi lebih serius dan mendalam. Ini bisa digunakan untuk membuat video atau audiobook juga
Cara Membuat Storytelling dalam Marketing
Setelah kamu mengetahui cara-cara di atas, Anda juga perlu mengetahui cara apa yang bisa dilakukan untuk membuat cerita sukses dalam bisnis Anda. Berikut ini adalah beberapa cara membuat cerita yang efektif:
-
Mempelajari Konsumen
Kamu perlu mempelajari konsumen Anda terlebih dahulu. Untuk mengetahui apa yang mereka butuhkan dan apa yang mereka inginkan merupakan langkah awal untuk membuat cerita yang efektif.. -
Menggunakan Teknologi Informasi
Menggunakan teknologi informasi bisa mendukung kamu untuk lebih mudah menyebarluangkan cerita Anda ke berbagai media. -
Membuat Kejutan Baru dengan Berkarya
Adalah penting untuk terus berkarya dan terus mengembangkan cerita Anda agar tetap menarik dan dapat dipahami oleh konsumen. -
Buatlah Cerita yang Disejajarkan untuk Konsumen Anda
Di posisi ini, artinya cerita Anda akan disesuaikan dengan perilaku dan kebiasaan konsumen.
Dengan demikian, Anda bisa lebih efektif dalam menggunakan tips storytelling untuk marketing yang akan membantu meningkatkan kesadaran merek Anda.